MAKALAH
KOMODITAS
KEDELAI
“Diajukan Untuk Memenuhi
Salah satu Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pertanian”
Dosen
Pengampu: Siti Syarah Maesyaroh, SP,
MP
Disusun
oleh :
Kelompok
3
Abdul latif :
Azhar Mubarok :(2403314030)
Desti
Sona Anggraeni : (24031115016)
Trifatwa :
(24031115043)
Vidiya
Fitri Utami :(24031115045)
Program
Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian
UNIVERSITAS
GARUT
Jl.raya
samarang No. 52-A Telp-fax (0262) 544214-236395-239126 Garut
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “kedelai”. Dan
juga kami berterima kasih pada Ibu syarah maesyroh selaku Dosen mata kuliah
ekonomi pertanian
Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan tentang sosiologi
pertanian . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Garut, januari 2016
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kedelai
merupakan tanaman pangan yang penting sebagai sumber protein nabati.
Permintaan dan kebutuhan masyarakat, sedangkan produksi dalam negri belum
mencukupi, untuk mengatasinya pemerintah masih mengimpor. Impor ini pun dari
tahun ke tahun terus meningkat(Manwan dan Sumarno, 1991). Hal ini disebabkan
karena produksi yang masih rendah untuk itu diupayakan penelitian terus-menerus
untuk meningkatkan produktivitas Kedelai
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya
meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Sejalan dengan pertambahan
jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. Untuk itu
diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negri . Produksi
kedelai nasional secara nasional tahun 2009 diperkirakan sebesar 966.469 ton
naik 190.759 ton (24,59 persen) dibanding tahun 2008 yang sebesar 775.710 ton.
Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 137.244
hektar (23,22 persen) dari 590.956 hektar pada tahun 2008 menjadi 728.200
hektar pada tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,14 Kw/Ha(1,07
persen) dari 13,13 Kw/Ha pada tahun 2008 menjadi 13,27 Kw/Ha pada tahun 2009 (BPS
Kalimantan Tengah, 2009).Kebutuhan nasional untuk kedelai mencapai 2,2 juta ton
per tahun. Namun demikian, baru 20 sampai 30 persen saja dari kebutuhan
tersebut yang dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sementara 70 sampai 80
persen kekurangannya, bergantung pada impor. Ketergantungan terhadap impor ini membuat
instansi terkait sulit untuk mengontrol harga kedelai
Komoditi kedelai hitam
yang merupakan bahan baku kecap, ternyata masih belum mendapat perhatian besar
dari peneliti maupun pemerintah. Varietas unggul dari kedelai hitam, lebih terbatas
dibandingkan dengan kedelai kuning. Padahal, kedelai hitam sudah lama
dibudidayakan di Indonesia serta terdapat peluang pasar untuk menjual komoditas
tersebut. Kedelai hitam memiliki keunggulan tersendiri karena kandungan gizinya
yang cukup tinggi, terutama protein dan karbohidrat. Asam amino yang terdapat pada
kedelai hitam adalah leusin dan lisin. Keduanya merupakan asam amino yang
sangat diperlukan oleh enzim pemecah kedelai untuk menghasilkan kecap dengan
cita rasa yang enak, lezat dan khas. Selain warna, kedelai hitam berukuran lebih
kecil daripada kedelai kuning, tetapi tidak ada perbedaan komposisi gizi di antara
keduanya Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai yang diproyeksikan
oleh pemerintah ditahun 2010, penduduk
Indonesia diperkirakan sebanyak 253 juta jiwa dengan kebutuhan kedelai mencapai
3,87 juta ton yang akan dipenuhi dari produksi dalam negeri sebanyak 2,65 juta
ton dan impor sebanyak 1,22 juta ton. Maka pemerintah mengadakan kegiatan
penelitian untuk mencari varietas unggul serta megubah persepsi petani tentang
kedelai Adanya perbedaan respon genotipe terhadap lingkungan menyebabkan timbulnya
perbedaan fenotipe pada setiap tanaman. Dari penampilan fenotipe tersebut suatu
perbedaan sifat karakter dapat diketahui apakah di pengaruhi oleh genetik atau
lingkungan. Sehingga dapat memudahkan pemulia untuk melakukan proses seleksi
setiap genotipe untuk mengetahui genotipe yang lebih baik pada suatu daerah.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari kedelai?
2.
Apa manfaat utama protein dari kedelai?
3.
Bagaimana klasifikasi tanaman kedelai ?
4.
Apa manfaat dari tanaman kedelai ?
5.
Bagaimana subsitem agribisnis komoditas
kedelai?
6.
Bagaimana analisis SWOT komoditas kedelai?
1.3 Manfaaat
penulisan
·
Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
dibidang teknologi pangan dalam hal pembuatan makanan dengan memanfaatkan hasil
hayati disekitar
·
Dapat mengetahui tentang kandungan yang
terdapat pada tanaman kedelai dan juga bisa membuat masyarakat tau akan manfaat
dari kacang kedelai.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Botani
Tanaman
Menurut Sharma (1993),
tanaman kedelai diklasifikasikan sebagai
berikut:
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Glycine
Species : Glycine max (L.)
Kedelai mempunyai susunan
genom diploid (2n) dengan 20 pasang kromosom, beberapa jenis liar kedelai juga
mempunyai 20 pasang kromosom. Kedelai yang ditanam sekarang diperkirakan
berasal dari jenis liar Glycine soja = Glycine ussuriensis. Glycine soja
mempunyai bentuk polong dan biji yang hampir sama dengan kedelai biasa, tetapi
tumbuhnya merambat dan kulit bijinya sangat tebal, sehingga embrio dan keping
bijinya terlindungi dengan baik. Kecambah kedelai tergolong epigeous artinya
keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil yaitu bagian batang kecambah
dibawah keping berwarna ungu atau hijau dan berhubungan dengan warna bunga,
sedangkan yang berhipokotil hijau berbunga putih dan yang berhipokotil ungu
berbunga ungu.
Kedelai berakar tunggang,
pada tanah subur dan gembur akar dapat tumbuh sampai kedalaman 150 cm. Pada
akar kedelai terdapat bintil akar yang
merupakan koloni-koloni dari bakteri Rhizobium japonicum. Pada tanah-tanah yang
telah mengandung bakteri Rhizobium, bintil akar mulai terbentuk pada umur 15 –
20 hari setelah tanam. Pada tanah yang belum pernah ditanam kedelai bakteri
Rhizobium tidak terdapat dalam tanah sehingga bintil akar tidak terbentuk.
Pertumbuhan batang
kedelai dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe determinate dan indeterminate.
Perbedaan sistem pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan bunga pada
pucuk batang. Pertumbuhan batang tipe determinate ditunjukkan dengan batang
yang tidak tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga. Sementara pertumbuhan
batang tipe indeterminate dicirikan bila pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh
daun, walaupun tanaman sudah mulai berbunga. Jumlah buku pada batang tanaman
dipengaruhi oleh tipe tumbuh batang dan periode panjang penyinaran pada siang
hari. Pada kondisi normal, jumlah buku berkisar 15-30 buah Daun primer
sederhana berbentuk telur (oval) berupa daun tunggal (unifoliate) dan
bertangkai sepanjang 1-2 cm, terletak bersebrangan pada buku pertama di atas
kotiledon. Daun-daun berikutnya yang
terbetuk pada batang utama dan pada cabang ialah daun bertiga (trifoliate),
namun adakalanya terbentuk daun berempat atau daun berlima. Bentuk anak daun
beragam, dari bentuk telur hingga lancip.
Bunga kedelai menyerupai
kupu-kupu. Tangkai bunga umumnya tumbuh dari ketiak tangkai daun yang diberi
nama rasim. Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam, antara
2-25 bunga, tergantung kondisi lingkungan tumbuh dan varietas kedelai. Bunga
pertama yang terbentuk umumnya pada buku kelima, keenam, atau pada buku yang
lebih tinggi. Setiap ketiak tangkai daun yang mempunyai kuncup bunga dan dapat
berkembang menjadi polong disebut sebagai buku subur. Periode berbunga pada
tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk daerah subtropik dan 2-3
minggu di daerah tropik, seperti di Indonesia. Jumlah bunga pada tipe batang
determinate umumnya lebih sedikit dibandingkan pada batang tipe indeterminate.
Warna bunga yang umum pada berbagai varietas kedelai hanya dua, yaitu putih dan
ungu.
Buah kedelai berbentuk
polong, jumlah biji sekitar 1-4 tiap polong. Polong berbulu berwarna kuning
kecoklat-coklatan atau abu-abu. Dalam proses pematangan warna polong berubah
menjadi lebih tua, warna hijau menjadi kehitaman, keputihan atau kecoklatan.
Biji kedelai terbagi
menjadi dua bagian utama, yaitu kulit biji dan janin (embrio). Pada kulit biji
terdapat bagian yang disebut pusar (hilum) yang berwarna coklat, hitam, atau
putih. Pada ujung hilum terdapat mikrofil, berupa lubang kecil yang terbentuk
pada saat proses pembentukan biji. Warna kulit biji bervariasi, mulai dari
kuning, hijau, coklat, hitam, atau kombinasi campuran dari warna-warna
tersebut. Biji kedelai tidak mengalami masa dormansi sehingga setelah proses
demikian, biji tersebut harus mempunyai kadar air berkisar 12-13%
Syarat
Tumbuh
Iklim
Hal yang terpenting pada
aspek distribusi curah hujan yaitu jumlahnya merata sehingga kebutuhan air pada
tanaman kedelai dapat terpenuhi. Jumlah air yang digunakan oleh tanaman kedelai
tergantung pada kondisi iklim pada umumnya kebutuhan air pada tanaman kedelai
berkisar 350 – 450 mm selama masa pertumbuhan kedelai. Pada saat perkecambahan,
faktor air menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada proses
pertumbuhan Selama masa stadia pengisian polong serta pemasakan biji, tanaman
kedelai memerlukan kondisi lingkungan yang kering agar diperoleh kualitas biji
yang baik. Kedelai paling baik ditanam di ladang dan persawahan antara musim
kemarau dan musim hujan. Sedang rata-rata curah hujan tiap tahun yang cocok
bagi kedelai adalah kurang dari 200 mm dengan jumlah bulan kering 3-6
bulan dan hari hujan berkisar antara 95-122 hari selama setahun.
Kedelai merupakan tanaman
hari pendek, yakni tidak akan berbunga bila lama penyinaran (panjang hari)
melampaui batas kritis. Setiap varietas mempunyaia panjang hari kritik. Apabila
lama penyinaran kurang dari batas kritik, maka kedelai akan berbunga. Dengan
lama penyinaran 12 jam, hampir semua
varietas kedelai dapat
berbunga dan tergantung
dari varietasnya, umumnya berbunga
beragam dari 20
hingga 60 hari
setelah tanam. Apabila
lama penyinaran melebihi
periode kritik, tanaman
tersebut akan meneruskan pertumbuhan vegetatifnya tanpa
berbunga
Tanah
Tanaman kedelai umumnya
mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah. Tanaman kedelai
umumnya menyukai tanah yang bertekstur ringan hingga sedang, serta memiliki
saluran draenase yang memadai atau baik untuk pertanaman dan juga tanaman
kedelai peka terhadap kondisi tanah salin. Tanaman kedelai dapat tumbuh pada
berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik serta air
yang cukup selama pertumbuhan tanaman. Tanaman kedelai dapat tumbuh baik pada
tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol atau andosol. Pada tanah yang kurang
subur (miskin unsur hara) dan jenis tanah podsolik merah-kuning, perlu diberi
pupuk organik dan pengapuran Kedelai
termasuk tanaman yang mampu beradaptasi
terhadap berbagai agroklimat, menghendaki tanah yang cukup gembur, tekstur
lempung berpasir dan liat. Tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik pada tanah
yang mengandung bahan organik dan pH antara 5,5-7 (optimal 6,7). Tanah
hendaknya mengandung cukup air tapi tidak sampai tergenang
Varietas
Varietas adalah kelompok
tanaman dalam jenis atau spesies tertentu yang dapat dibedakan dari kelompok
lain berdasarkan suatu sifat atau sifat-sifat tertentu. Menggunakan varietas
unggul merupakan syarat utama dalam me ningkatkan produksi kedelai. Tersedianya
varietas unggul yang variasi sangat guna bagi petani untuk mengganti varietas
antar musim dan juga mencegah petani menanam satu varietas secara terus menerus
dan juga dapat mengoptimalisasikan serangan hama.
Setiap varietas adalah
spesifik dapat menghasilkan produksi yang optimal jika ditanam pada area
geografis yang sesuai. Melihat sifat-sifat berbagai varietas unggul, serta
adanya pengaruh gkedelai, maka disuatu daerah yang memiliki ketinggian tertentu
hanya bisa ditanam dan dikembangkan varietas tertentu pula. Jika perbedaan
antara dua individu yang mempunya faktor lingkungan sama dapat diukur, maka
perbedaan ini berasal dari faktor genotipe kedua tanaman tersebut. Keragaman
genetik menjadi perhatian utama para pemulia tanaman, karena dengan melalui
pengelolaan yang tepat dapat dihasilkan varietas baru yang lebih baik.
Varietas-varietas kedelai
yang dianjurkan mempunyai kriteria-kriteria tertentu, misalnya umur panen,
produksi per hektar, daya tahan terhadap hama dan penyakit. Varietas-varietas
ini diharapkan sesuai dengan keadaan tempat yang akan ditanami. Dengan
ditemukannya varietas-varietas baru (unggul) melalui seleksi galur atau
persilangan (crossing), di harapkan varietas dapat di pertanggungjawabkan baik
dalam hal produksi, umur produksi, maupun daya tahan terhadap hama dan
penyakit.
Keragaman
genetik
Keragaman penampilan tanaman akibat perbedaan
susunan genetik selalu mungkin terjadi sekalipun bahan tanaman yang digunakan
berasal dari bahan tanaman yang sama. Jika ada dua jenis tanaman yang sama di
tanaman pada lingkungan yang berbeda dan timbul variasi yang sama dari kedua
tanaman tersebut maka hal ini dapat di katakan oleh bawaan genetik dari tanaman
bersangkutan.
Gen-gen tidak dapat
menyebabkan berkembangnya suatu karakter terkecuali mereka berada pada
lingkungan yang sesuai. Keragaman yang diamati terhadap sifat-sifat yang
terutama disebabkan oleh perbedaan gen yang di bawa oleh individu yang berlainan
dan terhadap variabilitas didalam sifat yang lain, pertama-tama disebabkan oleh
perbedaan lingkungan dimana individu berada. Pemahaman variabilitas untuk
karakter merupakan hal yang sangat penting di lakukan untuk efisiensi prosedur
pemuliaan. Variasi genetik merupakan hal yang menentukan apakah suatu karakter
dapat diperbaiki atau tidak. Oleh sebab itu studi varian dan heritabilitas
tidak dapat terpisahkan dari suatu pengujian galur-galur harapan
Pendugaan nilai varian genetik dan nilai duga
heritabilitas suatu sifat akan bervariasi tergantung kepada faktor lingkungan.
Adanya varian genetik yang berarti terdapatnya perbedaan nilai genotipe
individu-individu suatu populasi, merupakan syarat agar seleksi terhadap
populasi tersebut berhasil seperti yang diharapkan.
Heritabilitas
Heritabilitas merupakan
rasio antara keragaman aditif dan keragaman fenotipe. Fungsi penting diberikutnya.
Nilainya dapat memperlihatkan nilai fenotipe yang pada akhirnya dapat digunakan
sebagai breeding value. Heritabilitas menyatakan perbandingan atau bagian
varian genetik terhadap varian total di nyatakan dengan persen (%). Sesuai
dengan komponennya heritabilitas dapat di bedakan dalam tiga kategori
heritabilitas dalam arti luas, heritabilitas dalam arti sedang, dan
heritabilitas dalam arti sempit. Heritabilitas dalam arti luas merupakan
perbandingan antara varian genetik total dan varian fenotipe .
Heritabilitas dapat
digunakan sebagai parameter dalam seleksi pada lingkungan tertentu, karena
heritabilitas merupakan gambaran apakah suatu karakter lebih di pengaruhi
faktor genetik atau faktor lingkungan. Nilai heritabilitas tinggi menunjukkan
bahwa faktor genetik relatif lebih berperan di bandingkan faktor lingkungan.
Sifat yang mempunyai heritabilitas tinggi maka sifat tersebut akan mudah di
wariskan pada keturunan berikutnya
kriteria heritabilitas adalah sebagai berikut yaitu heritabilitas tinggi > 0,5;
heritabilitas sedang = 0,2 – 0,5 dan heritabilitas rendah< 0,2. Jika heritabilitas kurang dari satu, maka nilai tengah dari
keturunan dalam hubungannya dengan nilai tengah induk-induknya, terjadi regresi
ke arah nilai tengah generasi sebelumnya. Jika heritabilitas itu adalah 0,5
maka nilai tengah keturunan beregresi 50% ke arah nilai tengah generasi
sebelumnya, jika heritabilitas itu adalah 0,25 maka nilai tengah keturunan
beregresi 75% ke arah nilai tengah generasi sebelumnya. Jadi jika heritabilitas
= 100%, maka sama dengan persentase regresi
Variasi keseluruhan dalam suatu populasi merupakan hasil kombinasi
genotipe dan pengaruh lingkungan. Proporsi variasi merupakan sumber yang
penting dalam program pemuliaan karena
dari jumlah variasi genetik ini diharapkan terjadi kombinasi genetik yang baru.
Proporsi dari seluruh variasi yang disebabkan oleh perubahan genetik disebut
heritabilitas. Heritabilitas dalam arti yang luas adalah semua aksi gen
termasuk sifat dominan, aditif, dan epistasis. Nilai heritabilitas secara
teoritis berkisar dari 0 sampai 1. Nilai 0 ialah bila selruh variasi yang
terjadi disebabkan oleh faktor lingkungan, sedangkan nilai 1 bila seluruh
variasi disebabkan oleh faktor genetik. Dengan demikian nilai heritabilitas
akan terletak antara kedua nilai ekstrim tersebut.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi Kacang Kedelai
Tanaman kedelai adalah salah satu
jenis tanaman kacang-kacangan yang digunakan sebagai bahan pangan sumber energi
dan protein. Kedelai sudah lamadimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan dan
minuman, seperti tempe, tahu,kecambah, susu kedelai dan lain-lain. Selain itu
kedelai juga mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dijadikan
sebagai bahan panganfungsional untuk mencegah dan mengobati penyakit (Cahyadi,
2007). Kecambah kedelai merupakan suatu bahan pangan yang harganya relative murah,
bergizi, dan mudah didapat. Selain itu proses pembuatannya juga sangat sederhana
dan tidak membutuhkan waktu yang lama yaitu kurang lebih 3 hari. Kecambah kedelai juga mempunyai kandungan gizi
cukup tinggi. Menurut Lamina (1989) dalam tiap 100 gram kecambah kedelai mengandung
62 kalori; 81,5 gram air; 77 gram protein; 1,8 gram lemak; 8,0 gram karbohidrat;
0,7gram serat; 5,2 mg kalsium; dan 10 mg vitamin C.
Winarno (1990) menyatakan bahwa dalam proses perkecambahan
terjadi berbagai perubahan biologis. Pada proses perkecambahan terjadi
perubahan senyawa kompleks dirubah menjadi senyawa yang lebih sederhana,
sehingga mudah dimanfaatkan oleh embrio untuk pertumbuhan. Perubahan biologis
yang terjadi yaitu kandungan karbohidrat diubah menjadi gula maltosa, protein dipecah
menjadi asam amino, lemak dihidrolisis menjadi asam lemak. Pada proses
perkecambahan terjadi pula peningkatan jumlah vitamin dan penurunan kadar
lemak. Salah satu vitamin yang mengalami peningkatan adalah vitamin E.
Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel
dari serangan radikal bebas. Radikal bebas dalam tubuh adalah penyebab utama
timbulnya penyakit kronis seperti kanker. Vitamin E (α-tokoferol) banyak dijumpai
dalam kacang-kacangan, serta biji-bijian yang dikecambahkan seperti kacang
hijau dan kedelai (Kumalaningsih, 2006). Sampai saat ini tauge atau kecambah
dipercaya sebagai bahan pangan sumber vitamin E (α-tokoferol) yang cukup
potensial (Astawan, 2003). Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan
satu atau lebih electron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas dapat diredam
.Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi kecambah kedelai dalam keadaan matang
atau segar (mentah). Kecambah segar mempunyai sifat mudah rusak dan terbatas dalam
variasi konsumsi. Pengolahan kecambah menjadi tepung kecambah merupakan
alternatif pengawetan kecambah. Untuk mendapatkan kualitas tepung kecambah yang
baik diperlukan pengolahan pendahuluan sebelum pengeringan seperti pengukusan,
perebusan dan penyangraian. Perlakuan pemanasan pendahuluan sebelum pengeringan
dilakukan untuk membuat tepung kecambah yang lebih baik dan berkualitas.
Pemanasan dapat dilakukan dengan perebusan, pengukusan dan penyangraian
metode-metode tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap aktivitas
antioksidan, karakteristik kimia ( kadar protein dan vitamin C ) dan sifat
organoleptik. Saat ini data tentang pengaruh pengolahan terhadap antioksidan
pada kecambah kedelai belum banyak tersedia untuk itu perlu adanya penelitian.
3.2 Manfaat Utama Protein pada Kedelai
Berikut ini adalah beberapa
manfaat utama protein kedelai :
1.
Soy protein (protein kedelai) adalah
protein tanaman. Kacang kedelai mengandung protein lengkap dan salah satu
protein yang terbaik di antara semua sumber protein yang mudah dicernakan.
Kacang kedelai juga mengandung sedikit atau tidak berlemak dan hampir tidak ada
kolesterol.Untuk orang-orang yang tidak tahan dengan laktosa akan senang
mengetahui bahwa kacang kedelai tidak mengandung galaktosa.
2.
Menjadi tanaman protein, kacang kedelai
bebas dari steroids dan tidak mengandung antibiotik protein hewani. Bahan ini
juga bebas dari parasit yang mencemari beberapa produk. Kedelai juga bebas dari
sumber penyakit seperti sapi gila maupun penyakit mulut dan kuku.
3.
Vegetarian (pemakan sayuran) sangat suka
dengan kedelai karena mampu menyediakan protein jika tidak lebih baik sebagai
sumber protein dibanding dengan sumber protein hewani. Memberikan kandungan
protein yang lebih baik dan lebih mudah dicerna setara dengan kebanyakan,
suplemen, protein.
4.
Sangat dianjurkan lebih mengkonsumsi
protein alami daripada protein buatan jika memungkinkan, Protein buatan sebagai
makanan biasanya memiliki beberapa risiko yang menyertainya. Penggunaan terbaik
atas kedelai dikarenakan kedelai ini rendah lemak dan cocok untuk diet protein
tinggi.
3.3 Permasalahan
Dalam Komoditas Kedelai
a. Subsistem Up Stream
Agribussiness (Hulu)/Input pertanian
Ø Industri penghasil sarana/prasarana
produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah
diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.
Ø Lemahnya modal petani untuk melakukan
betanam kedelai
Ø Pemberian pupuk pada
kedelai yang diradsa belum efisien, seperti
pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses
fiksasi N oleh bintir akar.
b. Subsistem
On Farm/ produksi pertanian
Ø Salah satu
penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia
adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai
1.23 ton per Ha hingga Tahun 2000, jauh dibawah produktivitas kedelai China
yang telah mencapai 1.70 ton kedelai per Ha, dan jika dibandingkan dengan
produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.56 ton per Ha, kita semakin jauh
tertinggal. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan
produk menjadi tinggi.
Ø Gairah petani
dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun ,hal ini disebabkan karena
bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.
Ø Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik,masih sangat
terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai
c. Subsistem/
Pengolahan/Agroindustri/hilir
Ø Impor
kedelai murah meningkat.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang
sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. Penyebabnya
adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam
negeri. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika,
Brazil, Argentina, Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya
rendah.fluktuasi harga
kedelai local dan impor sebagai berikut :
Ø Rendahnya
mutu kedelai yang dihasilkan petani local
3.4 Subsistem
Agribisnis Komoditas kedelai
· farming system :
1.Pembibitan
a.
.Teknik Benih
Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka benih yang
digunakan harus yang berkualitas baik, artinya benih mempunyai daya tumbuh yang
besar dan seragam, tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya, bersih dari
kotoran, dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.
b.
Penyiapan Benih
Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum benih
ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu inokulum buatan dari bakteri atau
kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas
biologinya Rhizobium japonicum). Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan
kedelai atau kacang-kacangan lain, berarti sudah mengandung bakteri tersebut.
Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat
unsur N dari udara.
c.
Teknik Penyemaian Benih
d.
Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak
perakaran tanaman, Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak
rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan
memperpendek jarak tanam. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe
pertumbuhan tegak dapat diperpendek, sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak
condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang, supaya pertumbuhan
tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu
2. Pengolahan
a.
Persiapan
Terdapat 2 cara
mempersiapkan penanaman kedelai, yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah
(ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan
pengolahan tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah
tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan.
b.
Pembentukan Bedengan
Pembuatan bedengan
dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm, tinggi
20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase yang satu
dengan lainnya sekitar 3-4 m.
c.
Pengapuran
Tanah dengan keasaman
kurang dari 5,5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang
baik. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam, dengan dosis 2-3
ton/ha.
3.Teknik Penanaman
a.
Penentuan Pola Tanam
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat
tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20
cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm.
b.
Pembuatan Lubang Tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah
dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak
sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang
lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.
c.
Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem
tanaman tunggal Sistem tanaman campuran, Sistem tanaman tumpangsari.
d.
Waktu Tanam
Karena umur kedelai menurut varietas yang
dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam
menjelang akhir musim penghujan, yakni saat tanah agak kering tetapi masih
mengandung cukup air.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat
berbeda.
4.Pemeliharaan
Tanaman
a.
Penjarangan dan Penyulaman
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6
hari. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan
baik, sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk menjaga agar produksi tetap
baik, benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji
yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Hal ini perlu dilakukan
apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore
hari.
b.
Penyiangan
Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai
dilakukan pada umur 2-3 minggu. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman
selesai berbunga, sekitar 6 minggu setelah tanam. Penyiangan ke-2 ini
dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Penyiangan
dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau
kuret.
c.
.Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan
tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan
menjadi tempat penyakit yang berbahaya.
d.
Pemupukan
Dosis pupuk yang digunakan sangat
tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Pada tanah subur atau tanah
bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan. Pada
tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil. Dosis pupuk secara
tepat adalah sebagai berikut:
e.
Pengairan dan Penyiraman
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang
lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam
hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan
kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil,
bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas
toleransinya. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat
menyebabkan kegagalan panen.
f.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu
yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.
·
Processing :
Pengumpulan dan Pengeringan
Setelah
pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Kedelai
dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman bambu, atau di lantai semen
selama 3 hari.
Penyortiran dan Penggolongan
Terdapat beberapa cara untuk
memisahkan biji dari kulit polongan. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan
brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum
dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung, atau dirontokkan dengan alat pemotong
padi.
Penyimpanan dan pengemasan
Sebagai tanaman
pangan, kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai
disimpan di tempat kering dalam karung. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada
tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai.
Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2-3 bulan sekali harus
dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.
· Marketing
:
Dari segi pemasaran, Indonesia belum mampu menerapkan
prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Harga produk Agribisnis kedelai
Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara
lain. Hal ini terkait dengan
produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak
diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai
kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen.
Sistem distribusi produk Agribisnis yang
cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin
pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Promosi
terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan.
kedelai pada umumnya dikonsumsi
dalam bentuk produk olahan. Oleh karena itu, pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke
industri pengolahan melalui pedagang, dan bermuara ke konsumen akhir. Selanjutnya dipasarkan ke
pengerajin tahu
dan tempe. Dalam
pemasaran kedelai, petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah, sehingga harga kedelai
di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh
pedagang. Biasanya kedelai mereka
jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Kebanyakan perdagangan
dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Kira-kira 4-7% petani menjual ke
toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak; bila tidak, mereka menjual
kepada tengkulak di desanya
3.5 Analisis SWOT
A.STRENGTH (Kekuatan)
- Adanya program bangkit kedelai, pengapuran, supra insus, opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14.500 ha.
- Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan, namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Menurut Departemen Pertanian, total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2,235 juta ton, pada tahun 2014 meningkat menjadi 2,646 juta ton, dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton.
- ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha.
B.WEAKNEES (Kelemahan)
- Sarana produksi belum tersedia (benih,pupuk,pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu,harga,kualitas dan lokasi.
- Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan.dan kebijakan impor. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2,32 juta/ha, sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2,8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.000/ha.
- Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain.
- Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai.
- Komoditas kedelai, hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih.
lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem
perbenihan formal belum berperan secara optimal.
- program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas.
- Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.
C.OPPURTUNITIES (Peluang)
- Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini ,apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai.
- Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai.
- Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai,dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina,dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan.
·
Lima BUMN berkomitmen menggenjot
peningkatan produksi komoditas kedelai. Lima BUMN yang melakukan sinergi
tersebut adalah Perum Perhutani, PT Sang Hyang Sri (Persero), PT Pupuk Kujang,
PT Petrokimia Gresik, dan PT Pertani (Persero). Mereka telah menandatangani
nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta,
Kamis, 27 Maret 2008.
- Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi.di Indonesia. Dengan kata lain, potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang.
- Adanya kebijakan pemerintah, yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. Kelima komoditas tersebut adalah beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi.
D. THREATS ( Ancaman )
- Ketersediaan sumber gen,belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal.
- Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.
- Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. Pada tahun 2001, produksi kedelai mencapai 826.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1,96 juta ton sehingga volume impor mencapai1,136 juta ton. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen.
- Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit, disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai.
- infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun, sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya akan manfaat.
Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, diantaranya adalah
tempe dan tahu. Harganya yang terjangkau, tentu membuat makanan ini menjadi
kegemaran masyarakat. Namun, keberadaan kedelai di Indonesia seringkali terjadi
krisis yang menyebabkan Indonesia bergantung kepada pemenuhan pasokan kedeai
dari hasil impor. Keadaan seperti ini sangat memprihatinkan. Banyak pihak yang
merasa dirugikan dengan kelangkaan kedelai yang terjadi di dalam negeri.
Berbagai macam upaya harus dilakukan Indonesia agar dapat mampu memproduksi
secara mandiri kedelai tanpa harus bergantung kepada hasil impor.
DAFTAR
PUSTAKA
http://searchingtugas.blogspot.co.id/2015/01/
tentang-maslah-ekonomi-kedelai.html

lanjutkan....cukup bagus
BalasHapusterima kasih pak
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus