Selasa, 17 Mei 2016



MAKALAH
KOMODITAS KEDELAI
“Diajukan Untuk Memenuhi Salah satu Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pertanian”
Dosen Pengampu:     Siti Syarah Maesyaroh, SP, MP




Disusun oleh :
Kelompok 3
         Abdul latif                               :
          Azhar Mubarok                       :(2403314030)
 Desti Sona Anggraeni             : (24031115016)
  Trifatwa                                  : (24031115043)
  Vidiya Fitri Utami                  :(24031115045)


 
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian
UNIVERSITAS GARUT
Jl.raya samarang No. 52-A Telp-fax (0262) 544214-236395-239126 Garut

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “kedelai”. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu syarah maesyroh selaku Dosen mata kuliah ekonomi pertanian
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan tentang sosiologi pertanian . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah  ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.









Garut, januari 2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
 Kedelai  merupakan tanaman pangan yang penting sebagai sumber protein nabati. Permintaan dan kebutuhan masyarakat, sedangkan produksi dalam negri belum mencukupi, untuk mengatasinya pemerintah masih mengimpor. Impor ini pun dari tahun ke tahun terus meningkat(Manwan dan Sumarno, 1991). Hal ini disebabkan karena produksi yang masih rendah untuk itu diupayakan penelitian terus-menerus untuk meningkatkan produktivitas  Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negri . Produksi kedelai nasional secara nasional tahun 2009 diperkirakan sebesar 966.469 ton naik 190.759 ton (24,59 persen) dibanding tahun 2008 yang sebesar 775.710 ton. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 137.244 hektar (23,22 persen) dari 590.956 hektar pada tahun 2008 menjadi 728.200 hektar pada tahun 2009 dan kenaikan produktivitas sebesar 0,14 Kw/Ha(1,07 persen) dari 13,13 Kw/Ha pada tahun 2008 menjadi 13,27 Kw/Ha pada tahun 2009 (BPS Kalimantan Tengah, 2009).Kebutuhan nasional untuk kedelai mencapai 2,2 juta ton per tahun. Namun demikian, baru 20 sampai 30 persen saja dari kebutuhan tersebut yang dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sementara 70 sampai 80 persen kekurangannya, bergantung pada impor. Ketergantungan terhadap impor ini membuat instansi terkait sulit untuk mengontrol harga kedelai
Komoditi kedelai hitam yang merupakan bahan baku kecap, ternyata masih belum mendapat perhatian besar dari peneliti maupun pemerintah. Varietas unggul dari kedelai hitam, lebih terbatas dibandingkan dengan kedelai kuning. Padahal, kedelai hitam sudah lama dibudidayakan di Indonesia serta terdapat peluang pasar untuk menjual komoditas tersebut. Kedelai hitam memiliki keunggulan tersendiri karena kandungan gizinya yang cukup tinggi, terutama protein dan karbohidrat. Asam amino yang terdapat pada kedelai hitam adalah leusin dan lisin. Keduanya merupakan asam amino yang sangat diperlukan oleh enzim pemecah kedelai untuk menghasilkan kecap dengan cita rasa yang enak, lezat dan khas. Selain warna, kedelai hitam berukuran lebih kecil daripada kedelai kuning, tetapi tidak ada perbedaan komposisi gizi di antara keduanya Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai yang diproyeksikan oleh  pemerintah ditahun 2010, penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 253 juta jiwa dengan kebutuhan kedelai mencapai 3,87 juta ton yang akan dipenuhi dari produksi dalam negeri sebanyak 2,65 juta ton dan impor sebanyak 1,22 juta ton. Maka pemerintah mengadakan kegiatan penelitian untuk mencari varietas unggul serta megubah persepsi petani tentang kedelai Adanya perbedaan respon genotipe terhadap lingkungan menyebabkan timbulnya perbedaan fenotipe pada setiap tanaman. Dari penampilan fenotipe tersebut suatu perbedaan sifat karakter dapat diketahui apakah di pengaruhi oleh genetik atau lingkungan. Sehingga dapat memudahkan pemulia untuk melakukan proses seleksi setiap genotipe untuk mengetahui genotipe yang lebih baik pada suatu daerah.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari kedelai?
2.      Apa manfaat utama protein dari kedelai?
3.      Bagaimana klasifikasi tanaman kedelai ?
4.      Apa manfaat dari tanaman kedelai ?
5.      Bagaimana subsitem agribisnis komoditas kedelai?
6.      Bagaimana analisis SWOT komoditas kedelai?


1.3  Manfaaat penulisan

·         Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang teknologi pangan dalam hal pembuatan makanan dengan memanfaatkan hasil hayati disekitar 
·         Dapat mengetahui tentang kandungan yang terdapat pada tanaman kedelai dan juga bisa membuat masyarakat tau akan manfaat dari  kacang kedelai.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman
Menurut Sharma (1993), tanaman kedelai diklasifikasikan sebagai         
berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisio       : Spermatophyta
Subdivisio  : Angiospermae
Class          : Dicotyledoneae
Ordo          : Fabales
Family       : Fabaceae
Genus        : Glycine
Species      : Glycine max (L.) 
Kedelai mempunyai susunan genom diploid (2n) dengan 20 pasang kromosom, beberapa jenis liar kedelai juga mempunyai 20 pasang kromosom. Kedelai yang ditanam sekarang diperkirakan berasal dari jenis liar Glycine soja = Glycine ussuriensis. Glycine soja mempunyai bentuk polong dan biji yang hampir sama dengan kedelai biasa, tetapi tumbuhnya merambat dan kulit bijinya sangat tebal, sehingga embrio dan keping bijinya terlindungi dengan baik. Kecambah kedelai tergolong epigeous artinya keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil yaitu bagian batang kecambah dibawah keping berwarna ungu atau hijau dan berhubungan dengan warna bunga, sedangkan yang berhipokotil hijau berbunga putih dan yang berhipokotil ungu berbunga ungu.
Kedelai berakar tunggang, pada tanah subur dan gembur akar dapat tumbuh sampai kedalaman 150 cm. Pada akar kedelai  terdapat bintil akar yang merupakan koloni-koloni dari bakteri Rhizobium japonicum. Pada tanah-tanah yang telah mengandung bakteri Rhizobium, bintil akar mulai terbentuk pada umur 15 – 20 hari setelah tanam. Pada tanah yang belum pernah ditanam kedelai bakteri Rhizobium tidak terdapat dalam tanah sehingga bintil akar tidak terbentuk.
Pertumbuhan batang kedelai dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe determinate dan indeterminate. Perbedaan sistem pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan bunga pada pucuk batang. Pertumbuhan batang tipe determinate ditunjukkan dengan batang yang tidak tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga. Sementara pertumbuhan batang tipe indeterminate dicirikan bila pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh daun, walaupun tanaman sudah mulai berbunga. Jumlah buku pada batang tanaman dipengaruhi oleh tipe tumbuh batang dan periode panjang penyinaran pada siang hari. Pada kondisi normal, jumlah buku berkisar 15-30 buah Daun primer sederhana berbentuk telur (oval) berupa daun tunggal (unifoliate) dan bertangkai sepanjang 1-2 cm, terletak bersebrangan pada buku pertama di atas kotiledon. Daun-daun berikutnya  yang terbetuk pada batang utama dan pada cabang ialah daun bertiga (trifoliate), namun adakalanya terbentuk daun berempat atau daun berlima. Bentuk anak daun beragam, dari bentuk telur hingga lancip.
Bunga kedelai menyerupai kupu-kupu. Tangkai bunga umumnya tumbuh dari ketiak tangkai daun yang diberi nama rasim. Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun sangat beragam, antara 2-25 bunga, tergantung kondisi lingkungan tumbuh dan varietas kedelai. Bunga pertama yang terbentuk umumnya pada buku kelima, keenam, atau pada buku yang lebih tinggi. Setiap ketiak tangkai daun yang mempunyai kuncup bunga dan dapat berkembang menjadi polong disebut sebagai buku subur. Periode berbunga pada tanaman kedelai cukup lama yaitu 3-5 minggu untuk daerah subtropik dan 2-3 minggu di daerah tropik, seperti di Indonesia. Jumlah bunga pada tipe batang determinate umumnya lebih sedikit dibandingkan pada batang tipe indeterminate. Warna bunga yang umum pada berbagai varietas kedelai hanya dua, yaitu putih dan ungu.
Buah kedelai berbentuk polong, jumlah biji sekitar 1-4 tiap polong. Polong berbulu berwarna kuning kecoklat-coklatan atau abu-abu. Dalam proses pematangan warna polong berubah menjadi lebih tua, warna hijau menjadi kehitaman, keputihan atau kecoklatan.
Biji kedelai terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu kulit biji dan janin (embrio). Pada kulit biji terdapat bagian yang disebut pusar (hilum) yang berwarna coklat, hitam, atau putih. Pada ujung hilum terdapat mikrofil, berupa lubang kecil yang terbentuk pada saat proses pembentukan biji. Warna kulit biji bervariasi, mulai dari kuning, hijau, coklat, hitam, atau kombinasi campuran dari warna-warna tersebut. Biji kedelai tidak mengalami masa dormansi sehingga setelah proses demikian, biji tersebut harus mempunyai kadar air berkisar 12-13%    
Syarat Tumbuh
Iklim
Hal yang terpenting pada aspek distribusi curah hujan yaitu jumlahnya merata sehingga kebutuhan air pada tanaman kedelai dapat terpenuhi. Jumlah air yang digunakan oleh tanaman kedelai tergantung pada kondisi iklim pada umumnya kebutuhan air pada tanaman kedelai berkisar 350 – 450 mm selama masa pertumbuhan kedelai. Pada saat perkecambahan, faktor air menjadi sangat penting karena akan berpengaruh pada proses pertumbuhan Selama masa stadia pengisian polong serta pemasakan biji, tanaman kedelai memerlukan kondisi lingkungan yang kering agar diperoleh kualitas biji yang baik. Kedelai paling baik ditanam di ladang dan persawahan antara musim kemarau dan musim hujan. Sedang rata-rata curah hujan tiap tahun yang cocok bagi kedelai adalah kurang dari 200 mm dengan jumlah bulan kering   3-6 bulan dan hari hujan berkisar antara 95-122 hari selama setahun.
Kedelai merupakan tanaman hari pendek, yakni tidak akan berbunga bila lama penyinaran (panjang hari) melampaui batas kritis. Setiap varietas mempunyaia panjang hari kritik. Apabila lama penyinaran kurang dari batas kritik, maka kedelai akan berbunga. Dengan lama penyinaran 12 jam, hampir semua    varietas    kedelai   dapat   berbunga   dan   tergantung   dari   varietasnya, umumnya   berbunga   beragam   dari     20    hingga    60     hari    setelah    tanam.   Apabila    lama    penyinaran    melebihi    periode    kritik,    tanaman    tersebut    akan     meneruskan     pertumbuhan     vegetatifnya     tanpa    berbunga
Tanah 
Tanaman kedelai umumnya mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah. Tanaman kedelai umumnya menyukai tanah yang bertekstur ringan hingga sedang, serta memiliki saluran draenase yang memadai atau baik untuk pertanaman dan juga tanaman kedelai peka terhadap kondisi tanah salin. Tanaman kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik serta air yang cukup selama pertumbuhan tanaman. Tanaman kedelai dapat tumbuh baik pada tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol atau andosol. Pada tanah yang kurang subur (miskin unsur hara) dan jenis tanah podsolik merah-kuning, perlu diberi pupuk organik dan pengapuran  Kedelai termasuk tanaman  yang mampu beradaptasi terhadap berbagai agroklimat, menghendaki tanah yang cukup gembur, tekstur lempung berpasir dan liat. Tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang mengandung bahan organik dan pH antara 5,5-7 (optimal 6,7). Tanah hendaknya mengandung cukup air tapi tidak sampai tergenang
Varietas 
Varietas adalah kelompok tanaman dalam jenis atau spesies tertentu yang dapat dibedakan dari kelompok lain berdasarkan suatu sifat atau sifat-sifat tertentu. Menggunakan varietas unggul merupakan syarat utama dalam me ningkatkan produksi kedelai. Tersedianya varietas unggul yang variasi sangat guna bagi petani untuk mengganti varietas antar musim dan juga mencegah petani menanam satu varietas secara terus menerus dan juga dapat mengoptimalisasikan serangan hama.
Setiap varietas adalah spesifik dapat menghasilkan produksi yang optimal jika ditanam pada area geografis yang sesuai. Melihat sifat-sifat berbagai varietas unggul, serta adanya pengaruh gkedelai, maka disuatu daerah yang memiliki ketinggian tertentu hanya bisa ditanam dan dikembangkan varietas tertentu pula. Jika perbedaan antara dua individu yang mempunya faktor lingkungan sama dapat diukur, maka perbedaan ini berasal dari faktor genotipe kedua tanaman tersebut. Keragaman genetik menjadi perhatian utama para pemulia tanaman, karena dengan melalui pengelolaan yang tepat dapat dihasilkan varietas baru yang lebih baik. 
Varietas-varietas kedelai yang dianjurkan mempunyai kriteria-kriteria tertentu, misalnya umur panen, produksi per hektar, daya tahan terhadap hama dan penyakit. Varietas-varietas ini diharapkan sesuai dengan keadaan tempat yang akan ditanami. Dengan ditemukannya varietas-varietas baru (unggul) melalui seleksi galur atau persilangan (crossing), di harapkan varietas dapat di pertanggungjawabkan baik dalam hal produksi, umur produksi, maupun daya tahan terhadap hama dan penyakit.
Keragaman genetik
 Keragaman penampilan tanaman akibat perbedaan susunan genetik selalu mungkin terjadi sekalipun bahan tanaman yang digunakan berasal dari bahan tanaman yang sama. Jika ada dua jenis tanaman yang sama di tanaman pada lingkungan yang berbeda dan timbul variasi yang sama dari kedua tanaman tersebut maka hal ini dapat di katakan oleh bawaan genetik dari tanaman bersangkutan.
Gen-gen tidak dapat menyebabkan berkembangnya suatu karakter terkecuali mereka berada pada lingkungan yang sesuai. Keragaman yang diamati terhadap sifat-sifat yang terutama disebabkan oleh perbedaan gen yang di bawa oleh individu yang berlainan dan terhadap variabilitas didalam sifat yang lain, pertama-tama disebabkan oleh perbedaan lingkungan dimana individu berada. Pemahaman variabilitas untuk karakter merupakan hal yang sangat penting di lakukan untuk efisiensi prosedur pemuliaan. Variasi genetik merupakan hal yang menentukan apakah suatu karakter dapat diperbaiki atau tidak. Oleh sebab itu studi varian dan heritabilitas tidak dapat terpisahkan dari suatu pengujian galur-galur harapan
 Pendugaan nilai varian genetik dan nilai duga heritabilitas suatu sifat akan bervariasi tergantung kepada faktor lingkungan. Adanya varian genetik yang berarti terdapatnya perbedaan nilai genotipe individu-individu suatu populasi, merupakan syarat agar seleksi terhadap populasi tersebut berhasil seperti yang diharapkan.
Heritabilitas 
Heritabilitas merupakan rasio antara keragaman aditif dan keragaman fenotipe. Fungsi penting diberikutnya. Nilainya dapat memperlihatkan nilai fenotipe yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai breeding value. Heritabilitas menyatakan perbandingan atau bagian varian genetik terhadap varian total di nyatakan dengan persen (%). Sesuai dengan komponennya heritabilitas dapat di bedakan dalam tiga kategori heritabilitas dalam arti luas, heritabilitas dalam arti sedang, dan heritabilitas dalam arti sempit. Heritabilitas dalam arti luas merupakan perbandingan antara varian genetik total dan varian fenotipe .
Heritabilitas dapat digunakan sebagai parameter dalam seleksi pada lingkungan tertentu, karena heritabilitas merupakan gambaran apakah suatu karakter lebih di pengaruhi faktor genetik atau faktor lingkungan. Nilai heritabilitas tinggi menunjukkan bahwa faktor genetik relatif lebih berperan di bandingkan faktor lingkungan. Sifat yang mempunyai heritabilitas tinggi maka sifat tersebut akan mudah di wariskan pada keturunan berikutnya  kriteria heritabilitas adalah sebagai berikut  yaitu heritabilitas tinggi > 0,5; heritabilitas sedang = 0,2 – 0,5 dan heritabilitas rendah< 0,2. Jika heritabilitas  kurang dari satu, maka nilai tengah dari keturunan dalam hubungannya dengan nilai tengah induk-induknya, terjadi regresi ke arah nilai tengah generasi sebelumnya. Jika heritabilitas itu adalah 0,5 maka nilai tengah keturunan beregresi 50% ke arah nilai tengah generasi sebelumnya, jika heritabilitas itu adalah 0,25 maka nilai tengah keturunan beregresi 75% ke arah nilai tengah generasi sebelumnya. Jadi jika heritabilitas = 100%, maka sama dengan persentase regresi  Variasi keseluruhan dalam suatu populasi merupakan hasil kombinasi genotipe dan pengaruh lingkungan. Proporsi variasi merupakan sumber yang penting dalam program  pemuliaan karena dari jumlah variasi genetik ini diharapkan terjadi kombinasi genetik yang baru. Proporsi dari seluruh variasi yang disebabkan oleh perubahan genetik disebut heritabilitas. Heritabilitas dalam arti yang luas adalah semua aksi gen termasuk sifat dominan, aditif, dan epistasis. Nilai heritabilitas secara teoritis berkisar dari 0 sampai 1. Nilai 0 ialah bila selruh variasi yang terjadi disebabkan oleh faktor lingkungan, sedangkan nilai 1 bila seluruh variasi disebabkan oleh faktor genetik. Dengan demikian nilai heritabilitas akan terletak antara kedua nilai ekstrim tersebut.


BAB III
PEMBAHASAN


3.1       Definisi Kacang Kedelai
Tanaman kedelai adalah salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang digunakan sebagai bahan pangan sumber energi dan protein. Kedelai sudah lamadimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan dan minuman, seperti tempe, tahu,kecambah, susu kedelai dan lain-lain. Selain itu kedelai juga mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dijadikan sebagai bahan panganfungsional untuk mencegah dan mengobati penyakit (Cahyadi, 2007). Kecambah kedelai merupakan suatu bahan pangan yang harganya relative murah, bergizi, dan mudah didapat. Selain itu proses pembuatannya juga sangat sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama yaitu kurang lebih 3 hari.  Kecambah kedelai juga mempunyai kandungan gizi cukup tinggi. Menurut Lamina (1989) dalam tiap 100 gram kecambah kedelai mengandung 62 kalori; 81,5 gram air; 77 gram protein; 1,8 gram lemak; 8,0 gram karbohidrat; 0,7gram serat; 5,2 mg kalsium; dan 10 mg vitamin C.
Winarno (1990) menyatakan bahwa dalam proses perkecambahan terjadi berbagai perubahan biologis. Pada proses perkecambahan terjadi perubahan senyawa kompleks dirubah menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga mudah dimanfaatkan oleh embrio untuk pertumbuhan. Perubahan biologis yang terjadi yaitu kandungan karbohidrat diubah menjadi gula maltosa, protein dipecah menjadi asam amino, lemak dihidrolisis menjadi asam lemak. Pada proses perkecambahan terjadi pula peningkatan jumlah vitamin dan penurunan kadar lemak. Salah satu vitamin yang mengalami peningkatan adalah vitamin E.
Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas. Radikal bebas dalam tubuh adalah penyebab utama timbulnya penyakit kronis seperti kanker. Vitamin E (α-tokoferol) banyak dijumpai dalam kacang-kacangan, serta biji-bijian yang dikecambahkan seperti kacang hijau dan kedelai (Kumalaningsih, 2006). Sampai saat ini tauge atau kecambah dipercaya sebagai bahan pangan sumber vitamin E (α-tokoferol) yang cukup potensial (Astawan, 2003). Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih electron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas dapat diredam .Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi kecambah kedelai dalam keadaan matang atau segar (mentah). Kecambah segar mempunyai sifat mudah rusak dan terbatas dalam variasi konsumsi. Pengolahan kecambah menjadi tepung kecambah merupakan alternatif pengawetan kecambah. Untuk mendapatkan kualitas tepung kecambah yang baik diperlukan pengolahan pendahuluan sebelum pengeringan seperti pengukusan, perebusan dan penyangraian. Perlakuan pemanasan pendahuluan sebelum pengeringan dilakukan untuk membuat tepung kecambah yang lebih baik dan berkualitas. Pemanasan dapat dilakukan dengan perebusan, pengukusan dan penyangraian metode-metode tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, karakteristik kimia ( kadar protein dan vitamin C ) dan sifat organoleptik. Saat ini data tentang pengaruh pengolahan terhadap antioksidan pada kecambah kedelai belum banyak tersedia untuk itu perlu adanya penelitian.
3.2       Manfaat Utama Protein pada Kedelai
             Berikut ini adalah beberapa manfaat utama protein kedelai :
1.      Soy protein (protein kedelai) adalah protein tanaman. Kacang kedelai mengandung protein lengkap dan salah satu protein yang terbaik di antara semua sumber protein yang mudah dicernakan. Kacang kedelai juga mengandung sedikit atau tidak berlemak dan hampir tidak ada kolesterol.Untuk orang-orang yang tidak tahan dengan laktosa akan senang mengetahui bahwa kacang kedelai tidak mengandung galaktosa.
2.      Menjadi tanaman protein, kacang kedelai bebas dari steroids dan tidak mengandung antibiotik protein hewani. Bahan ini juga bebas dari parasit yang mencemari beberapa produk. Kedelai juga bebas dari sumber penyakit seperti sapi gila maupun penyakit mulut dan kuku.
3.      Vegetarian (pemakan sayuran) sangat suka dengan kedelai karena mampu menyediakan protein jika tidak lebih baik sebagai sumber protein dibanding dengan sumber protein hewani. Memberikan kandungan protein yang lebih baik dan lebih mudah dicerna setara dengan kebanyakan, suplemen, protein.
4.      Sangat dianjurkan lebih mengkonsumsi protein alami daripada protein buatan jika memungkinkan, Protein buatan sebagai makanan biasanya memiliki beberapa risiko yang menyertainya. Penggunaan terbaik atas kedelai dikarenakan kedelai ini rendah lemak dan cocok untuk diet protein tinggi.



3.3       Permasalahan Dalam Komoditas Kedelai

                 
a. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian
Ø  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.
  Ø  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai
  Ø  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien, seperti  pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar.
                 
 b. Subsistem On Farm/ produksi pertanian
    
  Ø  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.23 ton per Ha hingga Tahun 2000, jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1.70 ton kedelai per Ha, dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.56 ton per Ha, kita semakin jauh tertinggal. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi.
  Ø  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun ,hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.
  Ø  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik,masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai

                   c. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir
    
Ø  Impor kedelai murah meningkat.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika, Brazil, Argentina, Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :


Ø  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local


3.4       Subsistem Agribisnis Komoditas kedelai

·          farming system :
  
1.Pembibitan

a.       .Teknik Benih
Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik, artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam, tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya, bersih dari kotoran, dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.

b.      Penyiapan Benih
Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain, berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara.

c.        Teknik Penyemaian Benih

d.       Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan memperpendek jarak tanam. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek, sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang, supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu


2. Pengolahan

a.      Persiapan
Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai, yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan.


b.      Pembentukan Bedengan
Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm, tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m.

c.       Pengapuran
Tanah dengan keasaman kurang dari 5,5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam, dengan dosis 2-3 ton/ha.


            3.Teknik Penanaman

a.       Penentuan Pola Tanam
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm.

b.      Pembuatan Lubang Tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.

c.       Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran, Sistem tanaman tumpangsari.

d.      Waktu Tanam
Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan, yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda.

4.Pemeliharaan Tanaman

a.        Penjarangan dan Penyulaman
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk menjaga agar produksi tetap baik, benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari.

b.      Penyiangan
Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga, sekitar 6 minggu setelah tanam. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret.

c.       .Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

d.      Pemupukan
 Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan. Pada tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut:

e.       Pengairan dan Penyiraman
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen.

f.        Waktu Penyemprotan Pestisida
 Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.

·         Processing :

Pengumpulan dan Pengeringan
            Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman bambu, atau di lantai semen selama 3 hari.


Penyortiran dan Penggolongan
Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung, atau dirontokkan dengan alat pemotong padi.

Penyimpanan dan pengemasan
Sebagai tanaman pangan, kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.

·         Marketing :
                        Dari segi pemasaran, Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai.  Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain.  Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai.  Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen.
Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan.
kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Oleh karena itu, pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang, dan bermuara ke konsumen akhir. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. Dalam pemasaran kedelai, petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah, sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak; bila tidak, mereka menjual kepada tengkulak di desanya

3.5       Analisis SWOT

A.STRENGTH (Kekuatan)
  • Adanya program bangkit kedelai, pengapuran, supra insus, opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14.500 ha.
  • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan, namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Menurut Departemen Pertanian, total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2,235 juta ton, pada tahun 2014 meningkat menjadi 2,646 juta ton, dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton.
  • ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha.
  •  
B.WEAKNEES (Kelemahan)
  • Sarana produksi belum tersedia (benih,pupuk,pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu,harga,kualitas dan lokasi.
  • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan.dan kebijakan impor. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2,32 juta/ha, sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2,8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.000/ha.
  • Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain.
  • Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai.
  • Komoditas kedelai, hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih.
lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal.
  • program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian  sekitar 80% belum  menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas.
  • Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.

C.OPPURTUNITIES (Peluang)
  • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini ,apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai.
  • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai.
  • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai,dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina,dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan.
·         Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani, PT Sang Hyang Sri (Persero), PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pertani (Persero). Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta, Kamis, 27 Maret 2008.
  • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi.di Indonesia. Dengan kata lain, potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang.
  • Adanya kebijakan pemerintah, yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. Kelima komoditas tersebut adalah beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi.
D. THREATS ( Ancaman )
  • Ketersediaan sumber gen,belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal.
  • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.
  • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. Pada tahun 2001, produksi kedelai mencapai 826.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1,96 juta ton sehingga volume impor mencapai1,136 juta ton. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen.
  • Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit, disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai.
  • infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun, sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai.











BAB IV
PENUTUP
4.1              Kesimpulan
Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya akan manfaat. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, diantaranya adalah tempe dan tahu. Harganya yang terjangkau, tentu membuat makanan ini menjadi kegemaran masyarakat. Namun, keberadaan kedelai di Indonesia seringkali terjadi krisis yang menyebabkan Indonesia bergantung kepada pemenuhan pasokan kedeai dari hasil impor. Keadaan seperti ini sangat memprihatinkan. Banyak pihak yang merasa dirugikan dengan kelangkaan kedelai yang terjadi di dalam negeri. Berbagai macam upaya harus dilakukan Indonesia agar dapat mampu memproduksi secara mandiri kedelai tanpa harus bergantung kepada hasil impor.



















DAFTAR PUSTAKA
http://searchingtugas.blogspot.co.id/2015/01/ tentang-maslah-ekonomi-kedelai.html








Dipost Oleh;Azhar mubarok